Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia
Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)

PUISI DAN AURAT

Arip Senjaya (Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia bekerjasama dengan MLI Cabang Untirta dan HISKI Banten)



Article Info

Publish Date
04 Nov 2018

Abstract

Esai ini paling tidak berguna bagi saya khususnya untuk mencari tahu (1) kapan puisi pertama manusia lahir? Pertanyaan ini disertai manusia sebab tentu kata-kata Tuhan dalam versi manusia sering juga disebut puisi—Alquran, misalnya, sering pula dianggap suatu puisi. Bahasa Tuhan yang tidak tertulis, seperti keindahan alam, sering juga dinilai puitik. Karena pertanyaan pertama tentang manusia, maka (2) Siapa penyair pertama di tingkat manusia itu? dan (3) Apa konsekuensinya bagi sejarah perkembangan manusia dan puisi itu sendiri? Dari sejak awal spekulasi, bahwa sejarah puisi tidak akan jauh dari sejarah penciptaan manusia, ternyata benar saya temukan dalam salah satu sumber yang mengklaim kata-kata Adam pertama kali sebagai puisi. Sumber tersebut akan dibahas pada bagian selanjutnya. Tapi dengan membaca sumber tersebut dan sumber lainnya sebenarnya persoalan ini memperkembangkan banyak hal di luar tema manusia dan puisi, misalnya tentang penciptaan, dan ini mungkin tema klasik dalam diskusi teologi, tapi semoga tidak terasa begitu bagi para pecinta puisi. Tidak salah kiranya jika bagian-bagian yang meluas itu dihadirkan pula sehingga esai ini bertahan sebagai esai: sebuah obrolan ketimbang penyelidikan akademik metodologis.

Copyrights © 2018