Daerah Aliran Sungai di Indonesia mengalami kerusakan sebagai akibat dari perubahan tata guna lahan, pertambahan jumlah penduduk serta, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan sekitar sungai. Bio-enginering adalah penanganan tebing sungai dengan konsep Eko-hidraulik dengan menggunakan komponen vegetasi (tanamantanaman) yang menitik beratkan pada penanganan sungai secara integral. Dengan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gabungan pasangan batu kosong dan rumput bahia terhadap pengurangan volume gerusan pada tebing sungai, penelitian ini mengunakaan metode eksperimental, di lakukan di laboratorium teknik sipil Universitas Muhammadiyah Makassar dengan membuat 3 variasi debit aliran. Berdasarkan data penelitian diperoleh nilai debit sedimen melayang (Qs) yang terendah sesudah menggunakan batu kosong dan rumput bahia pada Q1 di titik pengamatan I yaitu 0,0000044 ton/hari, kemudian nilai yang tertinggi pada Q3 di titik pengamatan III yaitu 0.0000176 m/dtk. Kata Kunci : Uji Model, Sungai, Bio-Engineering,Ekohidraulik
Copyrights © 2018