Berdasarkan pengamatan yang dilakukan bahwa pada proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), siswa dituntut untuk mencatat materi, mengerjakan LKS, atau mengerjakan soal dari guru. Kegiatan-kegiatan tersebut belum membuat siswa dapat berpikir kritis dan kreatif sesuai dengan tujuan pada pembelajaran PKn. Padahal mata pelajaran PKn membutuhkan pemahaman materi dengan baik karena luasnya kompetensi yang dipelajari oleh siswa. Maka, siswa perlu diberikan kesempatan untuk menggunakan model pembelajaran yang lain pada proses pembelajaran PKn. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar PKn (Pendidikan Kewarganegaraan) dengan menggunakan model pembelajaran scramble untuk siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 3 Jambu Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara. Desain penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Berdasarkan hasil tes dalam pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran scramble , pada siklus pertama belajar menghargai keputusan bersama belum mencapai hasil yang diharapkan sehingga dapat ditingkatkan pada siklus kedua. Data uji dapat diketahui bahwa siswa yang mencapai nilai ≥75 sebesar 71,43% pada siklus pertama dan meningkat menjadi 85,71% pada siklus kedua. Peningkatan hasil belajar tersebut terjadi setelah adanya perbaikan tindakan pada siklus kedua yaitu guru membagi kelompok menjadi lebih jelas, anggota kelompok diperkecil jumlahnya, dan pemberian reward kepada siswa yang tenang. Tindakan diberhentikan pada siklus kedua karena telah mencapai kriteria keberhasilan.
Copyrights © 2019