Berdasarkan hasil uji coba soal kemampuan matematis yang dilakukan, didapatkan kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kemampuan dengan nilai yang paling rendah. Hal ini disebabkan karena siswa tidak terbiasa menyelesaikan soal-soal yang bersifat non rutin sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah. Melihat masalah yang ada, diperlukan suatu bahan ajar dan model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa, salah satunya adalah LKPD yang dikombinasikan dengan model pembelajaran SSCS. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan formative evaluation menurut pandangan Tessmer (Plomp 2007: 28) yang terdiri 4 tahapan yaitu 1) self evaluation, 2) expert review and one-to-one, 3) small group, dan 4) field test. Keefektifan dilihat dari penilaian hasil tes akhir kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa adalah 8,05 berada pada kategori tinggi. Dengan itu, hasil penelitian menggambarkan bahwa terdapat pengingkatan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa LKPD menggunakan model pembelajaran SSCS efektif.
Copyrights © 2019