Faktor umum yang menyebabkan terjadinya penyakit gigi dan mulut adalah lapisan tipis yang dinamakan plak gigi. Cara terbaik untuk mencegah akumulasi plak, yaitu dengan melakukan plak control. Control plak secara kimiawi dengan penggunaan obat kumur sangat diperlukan untuk membantu kerja pembersihan rongga mulut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efektivitas obat kumur antiseptic beralkohol dan non alcohol dalam menurunkan akumulasi plak. Penelitian ini eksprimental dengan rancangan pretest dan posttest grup design. Populasi penelitian yaitu siswa MTs Bustanul Ulum, Maros, dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan efektivitas obat kumur antiseptic beralkohol dan non alcohol dalam menurunkan akumulasi plak, dimana uji statistic dengan T-test berpasangan diperoleh nilai p≤0,05
Copyrights © 2018