Gigi merupakan alat pencernaan yang berfungsi untuk memotong, mengoyak, dan mengunyah makanan. Kehilangan gigi dikhawatirkan dapat mengganggu sistem pencernaan, termasuk kehilangan dini gigi sulung pada anak-anak. Anak-anak usia sekolah dasar merupakan anak-anak dengan periode gigi bercampur, dimana seharusnya masih ada gigi sulung yang belum tanggal sesuai waktunya, namun seringkali dicabut karena beberapa sebab di antaranya karies, fraktur, dan sebagainya. Anak-anak usia sekolah dasar juga merupakan usia tumbuh kembang. Oleh sebab itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara Kehilangan Dini Gigi Sulung dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada siswa SD Inpres BTN IKIP I Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan populasi adalah seluruh siswa SD INPRES BTN IKIP I Makassar, dengan sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi siswa kelas II dan III yang berusia 6-9 tahun dan kriteria ekslusi jika siswa tidak kooperatif, atau berhalangan hadir pada saat pemeriksaan sehingga didapat responden sebanyak 95 orang. Pengambilan data dilakukan dengan cara melihat ada tidaknya kehilangan dini gigi sulung, pengukuran berat badan dan tinggi badan serta penghitungan IMT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SD Inpres BTN IKIP I Makassar mengalami kejadian kehilangan dini gigi sulung (63%) dan sebagian besar siswa (68%) memiliki kategori IMT normal. Secara keseluruhan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kehilangan dini gigi sulung dengan IMT pada siswa SD Inpres BTN IKIP I Kota Makassar, namun pada kelompok siswa dengan IMTdi bawah normal, terdapat hubungan signifikan antara kehilangan dini gigi sulung dengan IMT.Kata kunci : gigi sulung, kehilangan dini gigi sulung, indeks massa tubuh
Copyrights © 2018