Berangkat dari fenomena dekadensi moral dan pergeseran nilai yang terjadi di masyarakat Indonesia, dituntut adanya pembenahan dalam sistem pendidikan kita. Fenomena tersebut adalah dampak dari konsep yang salah tentang pendidikan. Tulisan ini bermaksud mengembalikan ?kesalahanpandang? tentang pendidikan informal yang sebenarnya ?cukup? efektif jika difungsikan dengan benar dalam mengatasi persoalan kemerosotan moral di saat pendidikan formal dianggap ?gagal?. Islam sebagai jalan hidup berdasarkan tuntunan wahyu memiliki paradigma, worldview dan pendekatan yang berbeda dalam melihat manusia dan bagaimana seharusnya manusia. Ada berapa hal yang perlu diluruskan terkait dengan persepsi pendidikan nasionaldalam dikotomi antara pendidikan formal dan informal di tanah air, pembatasan pendidikan hanya seputar sekolah, dan memaknai pendidikan seumur hidup. Dalam perspektif pendidikan Islam, pendidikan formal adalah pelengkap dari pendidikan informal. Pendidikan seumur hidup adalah kebutuhan asasi sebagai manusia atas dorongan ibadah dengan tujuan lebih luas dari sekedar menambah skill untuk dapat survive di dunia. Bahkan pendidikan seumur hidup berbasis pada pendidikan informal menjadi landasan pendidikan formal dan lebih luas cakupannya dibanding dengan pendidikan formal itu sendiri. Dalam sejarah peradaban Islam, tradisi ilmu dan mencari ilmu adalah menjadi kegiatan sehari-hari dengan tanpa sekat waktu dan tempat. Pendidikan, dalam tradisi ilmiah umat Islam adalah menjadi tanggungjawab semua pihak. Tulisan ini mencoba untuk membandingkan bagaimana model pendidikan terintegrasi dalam konsep pendidikan dalam Islam dan penerapan pendidikan Nasional.
Copyrights © 2017