Ta'dibi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Focus
Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Manajemen Pendidikan Islam baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku.
Scope
Jurnal ini berisi kajian Manajemen Pendidikan yang meliputi Kepemimpinan, Kurikulum, Sarana, Keuangan dan Evaluasi Pendidikan.
Articles
90 Documents
Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dan Implikasinya bagi Kinerja Guru
Ulil Multazam
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2017): September
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi kepemimpinan transofrmasional dan implikasinya bagi peningkatan kinerja guru. Model kepemimpinan transformasional merupakan model yang relatif baru dalam studi-studi kepemimpinan. Model ini dianggap sebagai model yang terbaik dalam menjelaskan karakteristik pemimpin. Konsep kepemimpinan transformasional mengintegrasikan ide-ide yang dikembangkan dalam pendekatan watak, gaya dan kontingensi. Esensi kepemimpinan transformasional adalah sharing of power. Dalam konsep ini, seorang pemimpin transformasional melibatkan bawahan secara bersamasama untuk melakukan perubahan, atau sering disebut wujud pemberdayaan. Melalui kepemimpinan transformasional ada suatu keterikatan yang positif antara atasan dan bawahan. Pemimpin transformasional harus mampu mendefinisikan, mengkomunikasikan dan mengartikulasikan visi organisasi, sehingga bawahan menerima dan mengakui kredibilitas pemimpinnya. Dengan pengakuan bawahan ini maka dimungkinkan akan memberikan implikasi bagi kinerja guru yang ada di sekolah yang di pimpinnya.
Konsep Motivasi dalam Pendidikan Agama Islam
Muh idris
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2017): September
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Motivasi adalah penggerak dalam melakukan aktifitas. Dalam aktifitas pembelajaran motivasi mempunyai kedudukan yang sangat penting. Berhasil atau tidaknya proses interaksi antara pendidik dan peserta didik ditentukan oleh kualitas motivasi yang dimiliki oleh pendidik dan peserta didik. Dalam konsep umum motivasi terdiri dari motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam diri, sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari lingkungan sekitar yang mempengaruhi seseorang. Dalam pendidikan agama Islam, motivasi terdiri dari motivasi yang berasal dari Allah (Tauhid) dan motivasi yang berasal dari selain Allah. Motivasi Tauhid adalah motivasi utama yang menjadi penggerak seorang muslim dalam bergerak, sedangkan motivasi selain Allah selama tidak melebihi motivasi tauhid merupakan sebuah kebolehan.
Peran Kompetensi Sosial Guru dalam pendidikan
Mohamad Nurul Huda
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2017): September
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kompetensi sosial merupakan aspek penting bagi guru dalam membuat pembelajaran yang efektif. Hal ini dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk melakukan kegiatan positif yang dapat meningkatkan kinerja. Didukung oleh komunikasi yang baik, guru akan lebih mudah menyampaikan berbagai informasi dalam pelajaran tertentu yang akan diajarkan kepada siswa. Namun dalam kenyataannya, kompetensi sosial dalam belajar masih diabaikan oleh guru, seperti yang sering ditemukan dalam proses pembelajaran menunjukkan bahwa interaksi guru dan siswa yang kurang efektif dan efisien, guru yang berperilaku bermoral dan violencely. Jadi, sulit untuk mencapai pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu, kompetensi sosial sangat penting bagi guru. Untuk itu, guru harus meningkatkan dengan komunikasi yang efektif, diskusi dan kunjungan langsung ke masyarakat, pelatihan yang berkaitan dengan kompetensi sosial, memperdalam pengetahuan tentang hubungan manusia, menguasai psikologi sosial, dan adaptasi untuk bekerja di tempat.
Kepemimpinan Pendidikan dalam Tinjauan Ilmu Shorof
Damanhuri
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2017): September
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ilmu Shorof merupakan salah satu ilmu bahasa Arab yang mengkaji tentang keadaan sebuah kata. Bahasan Shorof meliputi bagaimana pembentukan kata tersebut, apakah terbentuk dari huruf-huruf yang shohih atau tidak, kata tersebut mengikuti wazan apa, dan lain sebagainya yang terkait dengan kata. Lingkup pembahasan ilmu shorof tidak keluar dari sebuah kata, artinya kata sebagai individu. Satu kata dalam bahasa Arab memiliki patokan standar, patokan ini yang disebut wazan. Dalam kajian ini akan dibahas tentang konsep kepemimpinan pendidikan dalam konsep ilmu shorof. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan konsep kepemimpinan pendidikan dalam konsep ilmu shorof. Ringkasnya, kajian ini akan menjawab bagaimana ilmu shorof, yang merupakan salah satu kajian dalam bahasa Arab, berbicara tentang konsep kepemimpinan pendidikan. Karena objek kepemimpinan dan objek kajian ilmu shorof itu berbeda, maka sangat mungkin banyak interpretasi terhadap kata sebagai kajian ilmu Shorof dikomparasikan dengan pemimpin sebagai figur yang memiliki peran dan fungsi kepemimpinan.
Pendidikan Seumur Hidup dalam Perspektif Pendidikan Islam dan Barat
Nur Huda
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2017): September
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berangkat dari fenomena dekadensi moral dan pergeseran nilai yang terjadi di masyarakat Indonesia, menuntut adanya pembenahan dalam sistem pendidikan kita. Fenomena tersebut pasti dampak dari konsep yang salah tentang pendidikan. Tulisan ini bermaksud mengembalikan ?kesalahanpandang? tentang pendidikan seumur hidup yang sebenarnya ?cukup? efektif jika difungsikan dengan benar dalam mengatasi persoalan kemerosotan moral di saat pendidikan formal dianggap ?gagal?. Islam sebagai jalan hidup berdasarkan tuntunan wahyu memiliki paradigma,worldview dan pendekatan yang berbeda dalam melihat manusia dan bagaimana seharusnya manusia. Dalam Islam, manusia diciptakan untuk menjadi hamba Allah dan khalifah Allah, sehingga tujuan, proses dan metode pendidikan diarahkan kepada profil output tersebut. Termasuk di dalamnya pendidikan seumur hidup.Ini sangat berbeda dengan paradigma Barat yang memandang manusia sebagai animal educandum (binatang yang dapat dididik),yang tentu akan berbeda pendekatan, metode dan proses pendidikannya. Pendidikan seumur hidup yang dikembangkan Barat adalah semata karena pendidikan formal tidak mampu memenuhi kebutuhan pendidikan manusia utamanya tuntunan skill agar dapat survive di era percepatan teknologi dan perubahan ? perubahan mendasar di era modern ini. Sedangkan dalam Islam pendidikan seumur hidup adalah kebutuhan asasi sebagai manusia atas dorongan ibadah dengan tujuan lebih luas dari sekedar menambah skill untuk dapat survive. Bahkan pendidikan seumur hidup berbasis pada pendidikan informal menjadi landasan pendidikan formal dan lebih luas cakupannya dibanding dengan pendidikan formal. Tulisan ini mencoba untuk membandingkan bagaimana pendidikan seumur hidup dalam Islam dan Barat pada aspek-aspek : alasan yang mendorong munculnya pendidikan seumur hidup dan pola pendidikan seumur hidup.
Integrasi Ilmu dalam Pendidikan
Faishal
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2017): September
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Integrasi keilmuan lahir dari pemikiran tentang adanya fakta pemisahan (dikotomi) antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum. Banyak faktor yang menyebabkan ilmu-ilmu tersebut dikotomis atau tidak harmonis, antara lain karena adanya perbedaan pada tataran ontologis, epistemologis dan aksiologis kedua bidang ilmu pengetahuan tersebut. Dampak dari dikotomi seperti ini akhirnya melahirkan out put pendidikan yang tidak utuh dan memiliki ketimpangan antara sains dan moral etik, padahal dalam suatu statement yang dikatakan oleh Albert Einstein ?ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh?. Dalam rangka memberikan sentuhan spiritual terhadap sains ini maka diperlukan adanya integrasi ilmu. Integrasi yang dimaksud adalah memasukkan nilai-nilai substantif dari Islam ke dalam bangunan keilmuan baik pada level epistemologi, ontologi, maupun aksiologi.Dalam pelaksanaannya terdapat dua model integrasi ilmu yang dilakukan oleh para pakar, yaitu yang pertama dengan cara islamisasi imu-ilmu umum, dan yang kedua dengan cara pilihan apabila dapat diintegrasikan maka dilakukan integrasi, akan tetapi jika tidak dapat diintegrasikan maka dilakukan dialog atau interkoneksi.
Pelatihan Berbasis Masyarakat dengan Metode CEM
Achmad Sugeng
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2018): Maret
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pelatihan merupakan bagian dari cara mendapatkan pengetahuan maupun ketrampilan yang dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Kebutuhan masyarakat yang terkait dengan pelatihan sekedar untuk mendapatkan pengetahuan yang berupa ketrampilan yang bisa bermanfaat untuk kepentingan diri yang bisa untuk mengubah dirinya menjadi lebih baik. Maka dalam penyampaian latihan bagi masyarakat dibutuhkan cara atau metoda yang efektif dan praktis dalam melaksanakan pelatihan. Sehingga pelatihan tersebut menjadi sebuah model pelatihan yang berawal dari kebutuhan masyarakat. Ada model pelatihan yang cukup efektif yang mengandung nilai nilai umpan balik antara penyelenggara pelatihan dan peserta latihan dari hasil yang dicapai melalui kritikan sebagai evaluasi untuk menuju keberhasilan pelatihan yang terkenal dengan the Critical Events Model (CEM).
Pengaruh Komitmen Guru terhadap Kualitas Sekolah
Muh Idris
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2018): Maret
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kongkrit tentang pengaruh komitmen guru sekolah dasar (SD) terhadap kualitas sekolah. Rumusan masalah yang diteliti adalah: 1). Tingkatan Komitmen guru sekolah dasar yang meliputi (a) tingkatan komitmen guru sekolah dasar secara umum (b) tingkatan komitmen guru sekolah dasar negeri, (c) tingkatan komitmen guru sekolah dasar swasta, (d) tingkatan komitmen guru laki-laki dan (e) tingkatan komitmen guru perempuan. 2). Adakah perbedaan terhadap pengaruh komitmen guru yang disebabkan; (a) adanya perbedaan gender (laki-laki dan perempuan), dan (b) adanya perbedaan status sekolah (negeri dan swasta). 3). Perbedaan kualitas sekolah antara sekolah dasar negeri dan sekolah dasar swasta. 4). Pengaruh komitmen guru sekolah dasar terhadap kualitas sekolah. Simpulan sebagai berikut. (1) komitmen guru sekolah dasar negeri dan swasta di wilayah kecamatan Krembangan secara umum tinggi, (2) komitmen guru sekolah dasar negeri adalah tinggi,(3) komitmen guru sekolah dasar swasta sangat tinggi, (4) komitmen guru sekolah dasar laki-laki sagat tinggi, (5) komitmen guru sekolah dasar perempuan adalah tinggi, (6) tidak ada pengaruhnya terhadap komitmen guru yang disebabkan oleh perbedaan gender, (7) ada pengaruhnya terhadap komitmen guru yang disebabkan oleh status sekolah, (8) tidak ada perbedaan kualitas sekolah antara sekolah dasar negeri dengan sekolah dasar swasta, dan (9) komitmen guru sekolah dasar ada pengaruhnya terhadap kualitas sekolah.
Optimalisasi Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa
Mohamad Nurul Huda
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2018): Maret
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam dunia pendidikan, tidak pernah terlepas dari dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Dengan demikian, proses pendidikan yang baik memerlukan sarana dan prasarana atau fasilitas yang memadai, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sarana dan prasarana juga merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Karenanya prestasi belajar siswa dapat berpengaruh pada situasi sarana dan prasarana. Siswa yang memiliki prestasi belajar yang baik, tidak terlepas dari sarana dan prasarana yang baik pula. Namun kenyataannya di saat-saat sekarang ini, masih banyak dari beberapa sekolah yang masih memiliki sarana dan prasarana yang kurang baik dan memadai, padahal seharusnya semua sekolah sudah memiliki sarana dan prasarana yang baik dan memadai. Namun ada juga diantara sekolah yang sudah memiliki sarana dan prasarana yang memadai, namun tidak di optimalkan dengan baik. Dalam hal ini mengoptimalkan sarana dan prasarana, adalah salah satu cara dalam mengotimalkan pembelajaran siswa (peserta didik).
Penghalang Mencari Ilmu dalam Berbagai Perspektif
Nur Huda
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2018): Maret
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ilmu adalah suatu karunia dari Allah yang paling mahal dalam hidup ini. Dengan ilmu seseorang akan selamat dari hal ? hal yang merugikan dan membahayakan dirinya serta mengetahui hal ? hal yang memberi kebaikan bagi dirinya. Namun ternyata sedikit dari manusia yang mampu bertahan untuk tekun dalam mencari ilmu atau kalaupun ia tekun namun tidak kunjung mendapatkan ilmu, sehingga waktunya terbuang sia- sia sedangkan ilmunya tidak bertambah. Ada juga yang terlihat sibuk mencari ilmu dan mengamalkannya namun sesungguhnya ia tidak sedang berinteraksi dengan ilmu. Ilmu sangat susah dicari dan diperoleh, menghabiskan waktu, biaya dan tenaga. Namun, banyak orang setelah mendapatkan ilmu, malah tidak digunakan baik untuk dirinya atau orang lain. Artikel ini tidak membahas tentang hakikat ilmu, namun lebih tentang apa saja penghalang ? penghalang yang menyebabkan seseorang terjauh dari ilmu menurut berbagai ulama salaf yang tidak perlu kita ragukan keilmuan dan keshalihan mereka. Tulisan ini menjelaskan tentang penghalang ? penghalang ilmu sehingga seseorang memahami apa ? apa yang harus dijauhi selama proses ia dalam mencari ilmu agar ilmu itu mudah ia dapatkan dan memberi manfaat kepada dirinya dan orang lain.