Pendidikan karakter bertujuan membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, toleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan pancasila. Dalam perspektif karakter tersebut sangat identik dengan akhlak, sehingga karakter dapat diartikan sebagai perwujudan dari nilai-nilai perilaku manusia yang universal serta meliputi seluruh aktivitas manusia, baik hubungan antar manusia dengan tuhan (hablumminallah), hubungan manusia dengan manusia (hablumminannas) serta hubungan manusia dengan lingkungannya. Oleh karena itu, dalam perspektif Islam, karakter atau akhlak mulia merupakan suatu hasil yang dihasilkan dari proses penerapan syariat (Ibadah dan muamalah) yang dilandasi oleh pondasi aqidah yang kokoh dan bersandar pada Al-Quran dan As-Sunah (hadis). Dalam perspektif Lickona ada tiga komponen penting dalam membangun pendidikan karakater yaitu moral knowing (pengetahuan tentang moral), moral feeling (perasaan tentang moral) dan moral action (perbuatan bermoral). Ketiga komponen tersebut dapat dijadikan rujukan implementatif dalam proses dan tahapan pendidikan karakater
Copyrights © 2018