Seiring dengan perkembangan zaman dan semakin kompleksnya kebutuhan masyarakat,kebutuhan akan prasarana telekomunikasi pun semakin meningkat, terutama di daerah-daerah yangmemiliki potensi perkembangan ekonomi dan pusat-pusat pemerintahan. Adanya peningkatan kebutuhantelekomunikasi membuat perusahaan telekomunikasi meningkatkan pembangunan Base TransceiverStation (BTS) sebagai stasiun pemancar sinyal.Upaya peningkatan pembangunan BTS sebagai salah satu upaya peningkatan fasilitastelekomunikasi, ternyata mempunyai kendala terutama jika pembangunan BTS tersebut berada di daerahlereng dengan kondisi tanah dengan kapasitas dukung yang rendah serta letak tanah keras yang dalam.Penelitian meninjau struktur fondasi Base Transceiver Station (BTS) XL yang berlokasi di beberapalokasidi Jawa Tengah. Penelitian dititikberatkan pada analisis penurunantanah dasar denganmenggunakan metode elemen hingga.Parameter yg diambil pada penelitian ini dibatasi pada 2 jenis tanah (lanau dan lempung),ketinggian lereng dan jarak pondasi dari lereng. Tinggi lereng dan jarak pondasi mempengaruhi besarperpindahan vertikal. Semakin tinggi lereng dan semakin dekat jarak pondasi dengan lereng akanmemperbesar penurunan vertikal pondasi. Untuk jarak pondasi dan ketinggian lereng yang sama,perpindahan vertikal pada tanah lempung lebih besar dari yang terjadi pada tanah lanau.Kata kunci : pondasi tower, tinggi lereng, perpindahan vertikal
Copyrights © 2017