Jurnal Kedokteran Muhammadiyah
Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN

Hubungan Usia Kehamilan dengan Kejadian Makrosomia

Diana Handaria (Unknown)
Ika Dyah Kurniati (Unknown)
Azmi Yunita (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 May 2017

Abstract

Latar Belakang: Salah satu komplikasi pada kehamilan yang akan berdampak buruk pada persalinan dan pada bayi lahir adalahmakrosomia. Bayi makrosomia umumnya dijumpai pada wanita hamil dengan diabetes melitus, kehamilan lewat bulan (postterm) dan padagrande multipara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia kehamilan dengan kejadian makrosomia.Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional. Penelitian ini menggunakan data rekam medis 100 ibuyang melahirkan di RSUD Tugurejo Semarang periode Januari-Desember 2014. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square, dengan bataskemaknaan adalah p < 0,05 dan interval kepercayaan 95%.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 sampel penelitian, 71 (71%) bayi dengan berat lahir normal dan 29 (29%) bayidengan berat lahir makrosomia. Dari 29 sampel bayi makrosomia, 26 (89,7%) dilahirkan dari ibu dengan usia kehamilan postterm dan 3(10,3%) dilahirkan ibu dengan usia kehamilan aterm. Hasil analisis bivariat antara usia kehamilan dengan kejadian makrosomia diperolehnilai p=0,017 (<0,05) dan nilai OR = 4,426, artinya wanita dengan kehamilan postterm mempunyai peluang 4,426 kali melahirkan bayimakrosomia dibandingkan dengan kehamilan aterm.Simpulan: Ada hubungan antara kehamilan lewat bulan (postterm) dengan kejadian makrosomia. Ibu dengan usia kehamilan lewat bulan(postterm) akan beresiko melahirkan bayi dengan berat lahir besar (makrosomia).Kata kunci : Usia kehamilan, postterm, berat bayi lahir, makrosomia.

Copyrights © 2016