Wayang kulit purwa surakarta telah berkembang dengan berbagai konsep garap.Pakeliraqn garap semalam lebih mantap, banyak mengandung nilai simbolis. Simbolismepakeliran terjadi pada semua tokoh wayang, garap catur, gerak dan juga garappendukungnya. Adegan jejer I, pedatonan dan perang gagal merupakan Simbolisme dariperjuangan hidup manusia sewaktu masih muda, ungkapan-ungkapan yang digunakanrelative lebih simbolis. Tinadakan simbolis juga terjadi pada aspek penanggap wayang,dalang, pembuat properties wayang, dan paraga pengiring pertunjukkan wayang.Kata kunci: Wayang kulit simbolisme, surakarta.
Copyrights © 2007