Harmonia: Journal of Research and Education
Vol 5, No 3 (2004)

Beksan Wireng Mangkunagaran Tahun 1757-1987: Kajian Historis (Mangkunagaran WirengDance 1757-1987: A Historical Study)

Sumarni, Nanik Sri (Unknown)



Article Info

Publish Date
07 Jul 2011

Abstract

Kehadiran Beksan Wireng Mangkunagaran era tahun 1757-1987 berkaitan erat dengan jiwa kepemimpinan dan perjuangan R.M. Said sebagai pendiri kadipaten. Semangat perjuangan yang terkenal dengan semboyan "Tiji Tibeh" dan Tri Darma tercermin dalam karya-karya tari, sebagian besar karya tari berbentuk wireng atau peperangan. Ada beberapa sumber tentang pengertian tari Wireng yaitu dari Serat Centhini, Serat Sastramiruda, Serat Wedataya, Serat Kridhwayangga, yang masing-masing memiliki pemahaman dan penjabaran yang berbeda. Beksan Wireng mencapai zaman keemasan pada masa pemerintahan K.G.P.A.A. Mangkunagara V. Hal ini sebagai tanda sejarah berdirinya Kadipaten, yang telah diperjuangkan oleh R.M. Said dan pengikutnya melawan VOC merupakan perang Suksesi Tanah Jawa tahun 1741-1757. Maka untuk mengenangnya lahiriah karya-karya tari dengan judul Beksan Wireng.   Kata Kunci: Beksan Wireng, Mangkunagaran, Sejarah.

Copyrights © 2004






Journal Info

Abbrev

harmonia

Publisher

Subject

Arts Education

Description

Harmonia: Journal of Arts Research and Education is published by Departement of Drama, Dance, and Music, Faculty of Language and Arts, Universitas Negeri Semarang in cooperation with Asosiasi Profesi Pendidik Sendratasik Indonesia (AP2SENI)/The Association of Profession for Indonesian Sendratasik ...