Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Vol 16, No 2 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan

PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI BIOMASSA HUTAN

Sri Komarayati (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan)
Djeni Hendra (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan)
Gusmailina Gusmailina (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan)



Article Info

Publish Date
28 Aug 2017

Abstract

Penelitian pemanfaatan biomassa hutan untuk pembuatan arang aktif skala laboratorium dilaporkan dalam tulisan ini. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mendapatkan informasi sifat-sifat arang (suatu produk yang diperoleh sebelum proses aktivasi) dan mutu arang aktif.Bahan baku yang digunakan adalah kayu manii (Maesopsis eminii), bambu mayan(Gigantochloa robusta) dan tempurung biji kemiri (Aleuritas moluccana). Masing-masing dari                                                                                                                                                                                61bahan baku tersebut mula-mula dikarbonisasi menjadi arang, selanjutnya direndam dalam larutan K2CO3 yang terdiri dari tiga macam konsentrasi (5 %. 10 %, 20 %). dan dalam larutanH3PO4 yang berkonsentrasi 20 %. Arang tersebut diaktivasi dalam retort baja tahan karat Menggunakan uap panas bersuhu maksimum 750°< •. 800°< •. 900°('. Selama 60 menit, 90 menit dan 120 menitHasil penelitian menunjukkan bahwa hanya arang aktif dari kayu manii,dengan semua perlakuan yang diterapkan (bahan kimia perendaman dengan berbagai konsentrasi dan suhu aktivasi di relort) memiliki kemampuan menyerap iodium lebih dari 750 mg g. yang ternyata memenuhi persyaratan standar Industri Indonesia ( SII)Untuk arang aktif bamboo mayan asal Darmaga yang diberi perlakuan dalam larutan K2CO3 dengan konsenstrasi 5 %,10 % dan 20 % menggunakan sulut aktivasi 750 o C selama 120 menit menunjukkan bahwa semua hasil tidak memenuhi persyaratan SII.Sementara itu.arang aktif bambu mayan asal pasir awi menunjukkan bahwa semua perlakuan menghasilkan kemampuan menyerap iodium yang memenuhi persyaratan SII.Selanjutnya arang aktif dari tempurung biji kemiri yang direndam dalam larutan K2CO3 10 % pada suhu 750 mg/g sedangkan arang aktif dari kayu manii yang direndam dalam larutan H3PO4 20 % memiliki kemampuan menyerap iodium lebih besar dari 1000 mg g                Rendemen arang aktif tertinggi berturut-turut adalah 66,33 % dari tempurung biji kemiri , 64,00 % dari bambu mayan asal Pasir Awi,58,00 % dari bambu mayan asal Darmaga dan 49,66 % dari kayu manii.Atas dasar hasil perkalian nilai rendemen karang aktif dan daya serap iodium,arang aktif dari bambu mayan asal Darmaga yang direndam dalam larutan 113PO4 20 % pada suhu aktivasi 800 o C selama 90 menit menghasilkan daya serap iodium tertinggi. 

Copyrights © 1998