Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Vol 18, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan

PERKEMBANGAN IMPORT KAYU DARI BEBERAPA INDUSTRI DI INDONESIA

Sylviani Sylviani (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan)
Satyawati Hadi (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan)



Article Info

Publish Date
30 Aug 2017

Abstract

Impor kayu Indonesia dari beberapa negara di dunia telah dilakukan sejak tahun 1998 dengan nilai sebesar U.S $ 86.223.235. Ada beberapa alasan Indonesia melakukan impor kayu antara lain : berdasarkan pesanan dan adanya koordinasi dengan pihak pembeli untuk pengembangan produk baru. Beberapa jenis kayu yang diimpor antara lain : Red Oak. White Oak, Yellow Birch, Beech, Walnut, Sapele, Apromosia, Maple dan lain-lain.Beberapa produk yang dihasilkan antara lain : Kayu lapis lndah, Papan blok indah, parket lantai dan alat rumah tangga. Kayu lapis indah yang diproduksi tahun 1997 dan tahun 1998 masing-masing sebesar 1.400 m3 dan 2.600 m3 sedangkan parket lantai diproduksi tahun 1998 sebesar 22.834 m3.Rata-rata harga ekspor kayu lapis indah jenis Sapele adalah US $ 481,52 per m3 papan blok indah Sapele adalah US $ 300,35 dan Parket lantai US $ 1.478,10 per m3.Beberapa masalah yang timbul dalam impor kayu antara lain kayu impor dikhawatirkan disinyalir berasal dari dalam negeri sendiri, impor kayu yang tidak dikenakan pajak mendorong pengusaha industri kayu bebas mengimpor kayu.

Copyrights © 2000