PT XYZ adalah perusahaan farmasi di Indonesia yang memproduksi obat batuk. Salah satu mesin yang digunakan pada proses pembuatan obat tersebut adalah Mesin Fillomatic Rotary Liquid Filler & Capper untuk proses filling dan capping. Mesin tersebut mengalami masalah kegagalan, dimana terjadi 41 kali kerusakan pada Januari-Desember 2018. Oleh karena itu, perlu untuk menjaga keandalan mesin yang digunakan. Risk matrix digunakan untuk menentukan sistem serta subsistem kritis dan didapatkan subsistem kritis yaitu conveyor, center plate, capper dan star wheel. Penelitian berfokus pada keempat subsistem tersebut menggunakan Cost of Unreliability (COUR) untuk mengetahui kerugian perusahaan saat sistem mengalami kegagalan. Dari hasil perhitungan COUR, didapatkan nilai corrective money lost sebesar Rp14.260.567.697,19 dan downtime money lost sebesar Rp33.112.418.213,73. Setelah diketahui besarnya nilai COUR digunakan business risk matrix untuk mengetahui konsekuensi bisnis perusahaan, keempat subsistem tersebut masuk kedalam area gelap yang artinya perlu dilakukan perbaikan lebih lanjut untuk mengurangi konsekuensi yang tinggi.
Copyrights © 2019