AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
Vol 8, No 01 (2018)

Belis: Tradisi Perkawinan Masyarakat Insana Kabupaten Timor Tengah Utara (Kajian Historis dan Budaya Tahun 2000-2017)

Fransiska Idaroyani Neonnub (Alumni Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Madiun)
Novi Triana Habsari (Universitas PGRI Madiun)



Article Info

Publish Date
15 Jan 2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah, nilai dan makna pergeseran "belis" dalam tujuh belas tahun terakhir pada tradisi  perkawinan di masyarakat Insana Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian dilakukan di Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penelitian ini dilakukan selama lima bulan antara bulan Februari sampai Juli 2017. Adapun bentuk pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif; yaitu penelitian yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Jenis penelitian ialah penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "Belis" merupakan tradisi dalam perkawinan adat masyarakat Insana, "belis" merupakan tradisi yang telah ditinggalkan dan diadopsi oleh masyarakat Insana. Dalam perkawinan adat masyarakat Insana, "belis" selalu mempunyai tempatnya tersendiri sebab berbicara soal perkawinan berarti berbicara soal "belis". Sejarah adanya "belis" dalam tradisi perkawinan adat masyarakat Insana adalah suatu peninggalan kebudayaan dari leluhur yang diadopsi dari kehidupan para raja atau bangsawan. Nilai yang terkandung dalam "belis", yakni nilai historis dan nilai budaya. Nilai sejarah karena "belis" merupakan suatu peninggalan tradisi dari zaman nenek moyang masyarakat Insana dan mempunyai nilai adat-istiadat, sedangkan nilai budaya karena "belis" itu selalu dan terus-menerus dilakukan dalam tradisi perkawinan masyarakat Insana, "belis" hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Insana. Pergeseran makna belis dalam tujuh belas tahun terakhir dapat ditinjau dari beberapa aspek yakni ekonomi, tinggi rendahnya pendidikan dari mempelai wanita dan juga adanya kebiasaan meniru dari suku lain.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

JA

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Social Sciences

Description

Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share ...