LingTera
Vol 4, No 2: October 2017

Realisasi kesantunan berbahasa dalam proses belajar mengajar Bahasa Indonesia kelas XI SMK

Jauhari, Ade (Unknown)



Article Info

Publish Date
16 Oct 2017

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis wujud pematuhan prinsip, strategi dan fungsi kesantunan berbahasa guru dan siswa dalam proses belajar mengajar bahasa Indonesia kelas XI SMKN 2 Depok, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan ekstralingual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pematuhan prinsip kesantunan berbahasa yang terdiri atas pematuhan satu maksim dan dua maksim. Pematuhan satu maksim meliputi: (1) kebijaksanaan, (2) kedermawanan, (3) pujian, (4) kerendahhatian, (5) kesetujuan, dan (6) kesimpatian. Pematuhan dua maksim meliputi: (1) kebijaksanaan dan pujian, (2) kebijaksanaan dan kedermawanan, (3) kebijaksanaan dan kesimpatian, (4) kebijaksanaan dan kesetujuan, (5) kedermawanan dan kerendahhatian, dan (6) pujian dan kerendahhatian. Strategi yang digunakan dalam merealisasikan kesantunan berbahasa meliputi strategi kesantunan positif dan strategi kesantunan negatif. Fungsi kesantunan berbahasa dalam proses belajar mengajar ini meliputi: (1) menyatakan, (2) menanyakan, (3) memerintah, (4) meminta maaf, dan (5) mengkritik. The realization of language politeness in the Indonesian teaching and learning process at grade XI of SMK AbstractThis study aims to describe the form of adherence principles, strategies, function of language politeness of the teachers and students in the Indonesian teaching and learning at grade XI SMKN 2 Depok, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatThis research was  qualitative descriptive research. Subjek penelitian adalah peristiwa berbahasa guru dan siswa dalam proses belajar mengajar bahasa IndonesiThe data were collected through simak bebas libat cakap technique, recording technique and note-taking technique. The data analysis used the ekstralingual identity method. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pematuhan prinsip kesantunan berbahasa pada tuturan guru dan siswa dalam proses belajar mengajar bahasa Indonesia kelas XI SMKN 2 Depok SThe results of this research show that there is an adherence to the politeness consists of the adherence one maxim and two maxim. The adherence one maxim to: (1) the tact (2) the generosity, (3) the approbation, (4) the modesty, (5) the agreement, and (6) the sympathy. The adherence two maxim to: (1) the tact and approbation, (2) the tact and generosity, (3) the tact and sympathy, (4) the tact and agreement, (5) the generosity and modesty, (6) the approbation and modesty. Strategi yang digunakan dalam merealisasikan kesantunan berbahasa dalam proses belajar mengajar terdiri atas strategi positif dan strategi negatThe strategy used in the realization of linguistic politeness include the positive politeness strategies and the negative politeness strategies. Politeness functions in the teaching-learning process include: (1) declaring, (2) inquiring, (3) governing, (4) apologizing, and (5) criticizing.

Copyrights © 2017