Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kemampuan menganalisis antara peserta didik yang diajar dengan metode pembelajaran problem posing tipe pre solution posing dan peserta didik yang diajar dengan metode pembelajaran langsung pada kelas X MAN 2 Bulukumba. Pemilihan sampel melalui teknik pemadanan sampel (matching). Instrument pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan menganalisis dengan teknik analisis data statistik deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan statistik deskriptif diperoleh hasil tes kemampuan menganalisis peserta didik yang diajar dengan metode pembelajaran problem posing tipe pre solution posing dikategorikan dalam kategori baik, sedangkan hasil tes kemampuan menganalisis peserta didik yang diajar dengan metode pembelajaran langsung dikategorikan dalam kategori cukup. Selanjutnya, statistik inferensial menyatakan bahwa thitung>ttabel sehingga terdapat perbedaan tingkat kemampuan menganalisis antara peserta didik yang diajar dengan metode pembelajaran problem posing tipe pre solution posing dan peserta didik yang diajar dengan metode pembelajaran langsung pada kelas X MAN 2 Bulukumba.
Copyrights © 2019