Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Vol 3, No 4 (2019): Oktober 2019

ANALISIS NOVEL TANAH SURGA MERAH KARYA ARAFAT NUR: SEBUAH KAJIAN HEGEMONI GRAMSCI

Muhamad Suhar (Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman)
Yusak Hudiyono (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman)
Irma Surayya Hanum (Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman)



Article Info

Publish Date
29 Sep 2019

Abstract

This study aims to describe facts of story, ideological formations, and hegemony found in Arafat Nur's Tanah Surga Merah novel. Operational definitions in this study use three variables, that is the facts of story, the formation of ideology, and hegemony according to Antonio Gramsci. This research is a qualitative research with descriptive method based on the design of literature sociology. The data source in this study is Arafat Nur's Tanah Surga Merah novel. The data collection technique used is the technique of reading and recording. Qualitative analysis techniques that consist of three activities, that is: data reduction, data presentation, and conclusion. Based on the results of the analysis it can be concluded several things. First, the story facts in the Tanah Surga Merah novel by Arafat Nur consist of plot, character, and background. The plot in this novel is an chronological plot. The characters in this novel have roles as main characters and additional figures. Broadly speaking the background contained in the novel is in Aceh. The time of storytelling that happened was when Murad returned to his homeland, when Murad was wanted by the ruling party in the Aceh region, and when Murad became an escape in his pursuit as a fugitive. While the social setting that occurs in the novel is a society that is obedient and under the full power of the ruling party in its territory. The ideological formation contained in the novel is authoritarianism represented by full power held by the authorities, feudalism represented by the red party apparatus, and socialism represented by opponents of power who care about society. The hegemony that occurs in the realm of political society is illustrated through conflicts between parties and party apparatus against opponents of power and society. In the area of civil society, it is portrayed through the influence that the authorities have invested in the people of Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fakta cerita, formasi ideologi, dan hegemoni yang terdapat di dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Definisi operasional dalam penelitian ini menggunakan tiga variabel, yaitu fakta cerita, formasi ideologi, dan hegemoni menurut Antonio Gramsci. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif berdasarkan rancangan kajian sosiologi sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Teknik analisis kualitatif yang terdiri dari tiga alur kegiatan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, fakta cerita dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur terdiri atas alur, tokoh-penokohan, dan latar. Alur dalam novel ini adalah alur maju. Tokoh-tokoh dalam novel ini mempunyai peranan sebagai tokoh utama maupun tokoh tambahan. Secara garis besar latar yang terdapat dalam novel berada di Aceh. Waktu penceritaan yang terjadi adalah ketika Murad kembali menuju tanah kelahirannya, ketika Murad buronan partai yang berkuasa di wilayah Aceh, dan saat Murad menjadi pelarian dalam pengejarannya sebagai buronan. Sedangkan latar sosial yang terjadi di dalam novel adalah masyarakat yang patuh dan di bawah kuasa penuh partai yang berkuasa di wilayahnya. Formasi ideologi yang terdapat di dalam novel adalah otoritarianisme yang diwakili oleh kekuasaan penuh yang dipegang oleh penguasa, feodalisme yang diwakili oleh aparatur partai merah, dan sosialisme yang diwakili oleh para penentang kekuasaan yang peduli terhadap masyarakat. Hegemoni yang terjadi dalam wilayah masyarakat politik digambarkan melalui konflik antara partai dan aparatur partai terhadap penentang kekuasaan dan masyarakat. Dalam wilayah masyarakat sipil digambarkan melalui pengaruh yang ditanamkan penguasa terhadap masyarakat Aceh.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

JBSSB

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Jurnal Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya) merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Budaya sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, termasuk pengajarannya. Terbit sebanyak empat kali setahun, yaitu pada bulan Januari, ...