Proses pengeringan diperlukan untuk mempertahankan mutu suatu simplisia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap aktivitas antioksidan daun ciplukan (Physalis angulata L.). Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan terhadap metode pengeringan dengan menggunakan angin, matahari tidak langsung dan oven, serta sampel segar tanpa pengeringan. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Nilai IC50 sampel pengeringan angin, matahari tidak langsung, oven dan segar berturut-turut adalah 46,42 ± 3,37; 34,33 ± 2,24; 77,91 ± 3,44 and 57,63 ± 4,33 ?g/ml. Berdasarkan data hasil penelitian, kami menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) pada nilai aktivitas antioksidan tiap sampel yang dikeringkan dengan metode yang berbeda.
Copyrights © 2018