Memang benar, sampai sekarang ini perjalanan Kurikulum 1994 pada berbagai sekolah di negara kita masih dalam tahapan awal; suatu tahapan yang secara akademis belum cukup waktu untuk mengadakan evaluasi secara komprehensif. Meskipun demikian bukan berarti kita tak akan mendapat "pintu masuk" untuk mengadakan analisa terhadap Kurikulum 1994, baik untuk satuan pendidikan di SD, SLTP, maupun sekolah menengah. Analisa kritis terhadap Kurikulum 1994 kita itu kiranya tetap perlu dan strategis berkaitan dengan optimalisasi upaya mensukseskan implementasinya. Pada sisi yang lain Kurikulum 1994 kita memang sangat menarik untuk dianalisa berkaitan dengan kelebihan (plus) yang dikandung dan sekaligus kekurangan (minus) yang belum dapat dihilangkan. Sebagai mana dengan kurikulum-kurikulum yang terdahulu maka Kurikulum 1994 kita secara bersamaan memang mengandung nilai plus dan nilai minus sekaligus (Supriyoko, "Plus Minus Kurikulum 1994", Bali Post: 18/8/1994). Di antara kurikulum baru yang ada dan mulai diberlakukan pada tahun ajaran 1994/1995 sekarang ini kiranya Kurikulum 1994 SMA termasuk kurikulum baru yang paling banyak mendapat sorotan; ada yang menyatakan kurikulum SMA kita sekarang ini sebenarnya klasik dan hanya merupakan "make-up" dari kurikulum lama, ada pula yang menyatakan kurikulum SMA kita justru mengalami kemunduran kalau dibandingkan dengan kurikulum SMA yang lalu, dan ada pula yang menyatakan kurikulum SMA sekarang kurang antisipatif, dan masih banyak respon dan kritik yang lainnya.
Copyrights © 1994