Baru-baru ini sejumlah mahasiswa mendatangi kantor Mendikbud di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi mengenai kebijakan penggabungan program studi di perguruan tinggi. Bila dilihat dari jumlahnya memang tidak seberapa tetapi layak dipublikasi sehubungan dengan konteks aspirasi yang disampaikannya. Mahasiswa dari program studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) tersebut minta penjelasan dari Menteri Pendidikan dan sekaligus memohon diadakannya peninjauan ulang tentang kebijakan dilakukannya pemotongan ("cutting-of") terhadap program studi PLS. Sebelum mendatangi kantor Mendikbud konon sebagian dari me-reka telah melaksanakan demonstrasi dengan mengarak peti mati di depan kantor Rektorat IKIP Yogyakarta sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan "pematian" program studi PLS. Dua kejadian tersebut di atas menandakan bahwa penggabungan atau penataan atau apapun namanya terhadap program-program studi di perguruan tinggi dianggap sebagai persoalan yang serius; lebih dari pada itu kejelasan mengenai konsep penataan itu sendiri masih kurang jelas diterima oleh masyarakat sehingga timbullah berbagai reaksi atas (rencana) kebijakan yang diturunkan Depdikbud.
Copyrights © 1995