Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Emil Salim, dalam presentasinya di hadapan peserta kongres dan pekan ilmiah Ikatan Sarjana Psikologi Indonesia (ISPsI) baru-baru ini di Semarang sempat mengkomunikasi "uneg-uneg" yang telah lama dipendam. Menurutnya, selama lebih dari 25 tahun mengabdikan diri pada pemerintah Pak Emil belum pernah melihat secara nyata adanya peran psikologi dalam membuat kebijakan pemerintah. Karena itulah Pak Emil menyarankan agar peran ke arah itu harus makin diperbesar; karena pembuatan tiap kebijakan harus selalu dilihat dampaknya pada perilaku manusia. Penyampaian "uneg-uneg" Pak Emil tersebut apabila diterima mentah-mentah oleh kalangan psikologi memang cu kup pahit; akan tetapi apabila diterima secara bijaksana kiranya justru dapat dijadikan cambuk untuk meningkatkan prestasi bagi ISPsI dengan segenap anggotanya. Lebih dari itu, pernyataan "uneg-uneg" Pak Emil tersebut sesungguhnya sekaligus merupakan "warning" bagi semua organisasi profesi di negara kita; sejauh mana or-ganisasi profesi telah berupaya meningkatkan mutu serta memainkan peran dalam kehidupan nyata.
Copyrights © 1991