Oleh sang penelitinya sendiri, Ramon Mohandas, saya diberi satu dokumen laporan penelitian dengan titel "Report on The Third International Mathematics and Science Study (TIMSS) : Indonesian Student Achievement in Mathematics and Science Compared to Other Countries" (2000). Dari laporan penelitian ini bisa dilihat perbandingan prestasi Matematika (dan IPA) antar siswa antar daerah di Indonesia, di samping bisa pula dilihat perbandingan prestasi siswa Indonesia dengan siswa di negara-negara manca. Dalam hal ini yang dimaksud dengan siswa ialah anak-anak kelas 1 dan 2 SLTP beserta ekuivalennya. Ternyata, menurut penelitian tersebut, siswa Aceh dan Jambi mempunyai prestasi Matematika yang lebih baik daripada siswa dari daerah lain pada umumnya; sedangkan siswa dari Sumatera Barat mempunyai prestasi yang paling jelek daripada siswa dari daerah lain pada umumnya. Selisih prestasi di antara siswa Aceh dan Jambi dengan siswa Sumatera Selatan adalah sangat signifikan, atau baha-sa mudahnya sangat mencolok (mata). Dalam skala internasional prestasi Matematika siswa Indonesia ternyata amat jelek, bahkan termasuk kelompok "terburuk", apabila dibanding dengan siswa dari negara-negara lainnya. Dari 42 negara pertisipan TIMSS, ternyata siswa Indonesia hanya menduduki rank-ing ke-39. Dalam hal ini siswa dari Singapura menduduki peringkat pertama, sementara itu urutan kedua sampai dengan kelima bertu-rut-turut ditempati oleh siswa dari Korea, Jepang, Hong Kong, dan Belgia. Siswa dari Thailand berhasil menempati peringkat ke-20; sementara itu siswa kita hanya "leading" dari Kuwait, Columbia dan Afrika Selatan.
Copyrights © 2001