ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1995: HARIAN SUARA KARYA

DALAM BIDANG PENDIDIKAN JEPANG MAKIN TERBUKA

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Jun 2010

Abstract

       Ada fenomena politis menarik yang tengah terjadi di Jepang pada akhir-akhir ini; yaitu semakin terbukanya pintu pendidikan. Fenomena ini sangat menarik karena selama ini Jepang dikenal sebagai negara yang kurang terbuka,untuk tidak menyatakan tertutup, dalam soal-soal pendidikannya. Selama ini Jepang terkesan lebih banyak "meminta" atau bahkan "mengambil" sistem dan materi pendidikan dari luar dari- pada memberikannya kepada negara lain.          Kalau kita ingat sejarah maka pada awal abad ke-20 kondisi fisik dan sosial-ekonomis Jepang tidak jauh berbeda dengan negara-negara lain di Asia.  Secara fisik dan sosial ekonomi waktu itu kondisi negara ini hampir tidak berbeda dengan Cina, Philippina, Thailand, Malaysia dan juga Indonesia.  Masyarakat Jepang saat itu,  sebagaimana dengan masyarakat di negara-negara sekitarnya,  masih hidup secara agraris konvensional.  Budaya masyarakat Jepang juga masih tradisional, bah-kan ada yang menyebut sebagai kolot.          Ketika Jepang kalah melawan sekutu dalam Perang Dunia ke-2 maka sadarlah mereka akan segala kekurangannya.  Kekalahan perang benar-benar telah memotivasi bangsa Jepang untuk meningkatkan diri;  maka diambillah keputusan politis untuk menempuhnya melalui jalur pendidikan. Jepang bertekad mengejar ketinggalan mereka dari bangsa dan negara-negara lain yang lebih maju,  khususnya Amerika Serikat (AS) dan Eropa, melalui jalur pendidikan. Di sinilah hebatnya Jepang; kelebihan bangsa ini adalah cepat mengetahui kekurangannya.

Copyrights © 1995