ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT

MENDORONG 'LINK AND MATCH' MELALUI WANDIKTI

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Jun 2010

Abstract

       Muncullah nama-nama beken dari berbagai kalangan yang ada di masyarakat,utamanya dari kalangan perguruan tinggi, seperti Pramoe-tadi, Makaminan Makagiansar, Marsetio Donosepoetro, T.B. Achjani Atmakusuma,Setijadi, Koesnadi Hardjasoemantri, Mohammad Arsjad Anwar, Sinatala Arsjad, Palgunadi T. Setyawan,  Benyamin Setiawan, Sayidiman Suryohadiprojo,  Mohammad Makin Ibnu Hadjar, Hidayat Syarief, Soefyan Tsauri, Samaaun Samadikun, Hariadi P. Soepangkat, Sangkot Marzuki, dan Indroyono Soesilo.       Di luar nama-nama tersebut masih ada nama-nama yang sekarang masih aktif sebagai petinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud), yaitu Bambang Soehendro, Harsono Taroepratjeko, dan Jajah Koeswara.  Ternyata  masih ada nama-nama lain  dari kalangan dunia usaha dan industri yang masing-masing adalah Iman Taufik dan Iman Sudarwo.       Semua dari mereka itu kalau dijumlahkan ada 23 orang yang oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,  Wardiman Djojonegoro, baru saja ditetapkan dan dilantik sebagai anggota Dewan Pendidikan Tinggi (Wandikti). Pada tanggal 23 September 1996 yang lalu secara resmi terbentuk Wandikti yang selama ini tidak pernah ada di dalam susunan departemen pendidikan kita.       Kalau kita melihat sejarah departemen pendidikan kita  maka bisa kita simpulkan bahwa Wandikti memang belum pernah ada di dalam susunan maupun struktur departemen pendidikan.  Kalau kita melihat "buku induk" pendidikan tinggi kita,  baik UU No.2/1989 tentang Sis-tem Pendidikan Nasional maupun PP No.30/1990 tentang Pendidikan Tinggi, maka tidak ada satu pasal atau ayatpun yang menyebut-nyebut eksistensi Wandikti.  Sampai sekarang pun Wandikti tidak ada dalam struktur departemen pendidikan karena sifatnya memang nonstruktural, tetapi kehadiran Wandikti telah melengkapi susunan Depdikbud.

Copyrights © 1996