Ada dua lembaga internasional masing-masing World Bank (WB) dan Asian Development Bank (ADB) bersama-sama dengan dua lem-baga nasional kita masing-masing Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) menyelenggarakan 'Konferensi Pendidikan Indonesia' di Jakarta pada tanggal 23 dan 24 Februari 1999 yang lalu. Alan Ruby, Manager for Human Development Sector Unit untuk wilayah Asia Pasifik Timur, pada acara tersebut telah menyampaikan pandangan (resmi) lembaga Bank Dunia di bawah titel 'Overview of The World Bank Strategy in Indonesia'. Dari presentasinya tergambar pandangan Bank Dunia terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia kini. Kata-kata 'kini' perlu ditekankan karena kondisi pen-didikan kita benar-benar sedang terpuruk akibat terjadinya krisis eko-nomi yang tidak kunjung selesai. Di sisi lainnya dari pihak Indonesia telah dipresentasi lima isu pendidikan yang cukup fundamental. Mengingat demikian pentingnya permasalahan dan isu pendidikan yang dipresentasi pada forum tersebut maka ada lima "orang penting" secara suka rela telah menyampaikan tanggapannya; masing-masing adalah Country Director Bank Dunia Dennis de Tray, Chief of Resident Mission of ADB in Indonesia Robert May, Menteri Bappenas Boediono, Menteri Agama Malik Fadjar, serta tidak ketinggalan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Joewono Soedarsono. Pak Joewono bahkan dua hari berturut-turut "menyatroni" konferensi tersebut. Forum konferensi tersebut kiranya memang cukup strategis, seti-dak-tidaknya bisa dijadikan ajang penyamaan persepsi di antara pihak lembaga internasional dengan pihak kita dalam upaya mengatasi krisis menuju terealisasikannya pembaruan pendidikan di Indonesia.
Copyrights © 1999