Pelaksanaan program akademik rutin tahunan di SMA yang berupa Ebtanas sudah dilangsungkan sejak 3 Mei 1994 s/d 6 Mei 1994. Bagi para pelajar SMA hari-hari itu barangkali menjadi hari yang cukup bersejarah oleh karena secara langsung maupun tak langsung ikut menentukan masa depannya di kemudian hari. Hubungan antara Ebtanas dengan masa depan pelajar dapat diklasifikasi sebagai "asymmetrical relationship"; yaitu hubungan yang menunjukkan terpengaruhnya suatu va-riabel oleh variabel yang lainnya. Dalam kasus ini hasil Ebtanas, sebagai "independent variable",secara hipotetik berpengaruh pada masa depan pelajar, sebagai "dependent variable". Memang, keterpengaruhan masa depan atas hasil Ebtanasnya ini tidak dapat kita amati dalam kurun waktu yang relatif pendek. Ebtanas memang tidak hanya diberlakukan bagi SMA, akan tetapi juga diberlakukan bagi sekolah-sekolah yang lain yaitu SD, SLTP dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK); namun demikian pelaksanaan Ebtanas di SMA selalu menarik untuk diamati. Mengapa demikian? Banyak faktor yang me-nyebabkan; salah satunya adalah menyangkut hasil Ebtanas itu sendiri yang konon lebih rendah dibandingkan dengan hasil Ebtanas SD dan SLTP.Pencapaian Nilai Ebtanas Murni (NEM) SMA banyak dikomentari sebagai lebih "jelek" dari-pada NEM SD dan NEM SLTP pada umumnya.
Copyrights © 1994