ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT

KEKHUSUSAN MASALAH SPG DAN SGO DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Jun 2010

Abstract

       Lonceng kematian sekolah menengah atas keguruan, terutama  Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dan Sekolah Guru Olah Raga (SGO)  segera akan dikumandangkan. Loncengnya telah dipasang,  petugas pemukulnya pun telah disiapkan, tinggal menanti saat-saat yang "baik" saja untuk melaksa nakannya.       Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Hasan Walinono beberapa waktu yang lalu mengemukakan bahwa dalam waktu dekat ini pemerintah akan segera mengeluarkan keputusan tentang pelarangan bagi sejumlah besar SPG dan SGO untuk menerima siswa baru mulai tahun ajaran yang akan datang.  Berkaitan dengan hal itu maka SPG dan SGO akan mengalami alih fungsi.       Tegasnya: dimulai pada tahun ajaran yang akan datang maka SPG dan SGO tidak diperbolehkan dan tidak dibe narkan lagi menerima siswa baru,  kecuali sejumlah kecil sekolah keguruan yang mendapat rekomendasi secara khusus tentunya.       Itu semua berarti bahwa lonceng kematian SPG dan SGO akan segera berkumandang lantang setidak-tidaknya mulai tahun ajaran yang akan datang; atau bahkan mungkin saja akan berkumandang mulai tahun ini juga.

Copyrights © 1988