ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT

MASALAH BATAS TOLERANSI KETIDAKLULUSAN

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Jul 2010

Abstract

Seorang siswa sekolah menengah umum pertama, SMP, baru-baru ini mengekspresikan rasa "kekagumannya" lewat media "Pikiran Pembaca" di harian ini.  Rasa "kekaguman" tersebut ditujukan pada sekolah-sekolah swasta pada umum nya yang berhasil menciptakan nilai raport semester VI (Q) yang serba hebat bagi para siswa-siswinya. Pada hal, menurutnya,  NEM siswa-siswi sekolah swasta ketika masuk umumnya rendah (KR: 19/5/89).       Untuk lebih konkritnya siswa SMP tersebut "mampu" menyajikan data nilai Q dari salah satu sekolah swasta yang ujiannya saja menggabung di sekolah lain.         Data yang dipresentasikan sbb: dari 25 siswa sekolah swasta yang ujiannya saja masih menggabung tersebut maka  tidak satu pun yang mendapat nilai Q kurang dari 8 (delapan), artinya seluruh siswa memperoleh nilai 8 ke atas.  Hebatnya lagi, nilai yang serba "aduhai" tersebut berlaku untuk enam bidang studi sekaligus.       Tetapi di bagian akhir tulisannya "penulis kecil" tersebut  memberi komentar terhadap siswa sekolah swasta (25 siswa ybs?) sbb:  "biasanya mereka memperoleh nilai Ebtanas murni yang tidak lebih baik dari NEM siswa sekolah yang digabungi,  bahkan waktu menentukan kelulusan, ada  di antara mereka yang terpaksa dinyatakan tidak lulus. Aneh memang, tapi nyata".

Copyrights © 1989