Gagasan kampanye di kampus sedang aktual, dan di tengah-tengah adanya semacam "ketidak-beranian" PTN dan kebanyakan PTS untuk menerima gagasan tersebut, ternyata -setidak-tidaknya- terdapat dua perguruan tinggi yang menyatakan keberaniannya untuk tidak menolak kehadiran OPP di kampusnya dalam rangka berkampanye; yaitu Universitas Nasional Jakarta dan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin (Media Indonesia: 10/7/1991). Kebanyakan perguruan tinggi di negara kita untuk saat ini memang belum mau memberi ijin atau rekomendasi tentang pelaksanaan gagasan berkampanye tersebut di kam-pusnya masing-masing; bahkan para pimpinan PTN baru-baru ini telah mengadakan "kebulatan tekad" untuk menolak ide kampanye di kampusnya. Kebanyakan pimpinan PTS juga menyatakan kebelum-sediaannya untuk menerima delegasi OPP dalam rangka berkampanye "menggaet" massa; lepas dari a-pakah kebijakan ini memang didasarkan pada pertimbangan dan argumentasinya secara mandiri ataukah sekedar "mengekor" kebijakan yang ditempuh oleh para pimpinan PTN. Keberanian dua perguruan tinggi untuk menerima delegasi OPP dalam rangka berkampanye tersebut tentunya cukup menarik; meskipun sejumlah persyaratan kemungkinan akan segera disodorkan oleh "pimpinan kampus" tersebut manakala pelaksanaan kampanye akan dilakukan (dan belum tentu OPP dapat menerimanya). Universitas Lambung Mangku rat misalnya; pimpinan lembaga ini membuka pintu lebar-lebar bagi OPP untuk datang di kampusnya asal kedatangan ketiga delegasi OPP tersebut secara bersama-sama.
Copyrights © 1991