Di tengah-tengah lalu lalangnya kritik tajam yang dialamatkan kepada IKIP (dan STKIP/FKIP/dsb) akhir-akhir ini barangkali ada manfaatnya kalau saya sajikan temuan empirik mengenai mahasiswa IKIP itu sendiri. Akhir-akhir ini lembaga pendidikan tinggi tenaga kependidikan, IKIP, banyak dikritik masyarakat; terutama berkaitan dengan mutu lulusannya. Oleh sementara orang lulusan IKIP dianggap kurang bermutu karena tidak menguasai materi bidang studi (subject matter) yang harus diajarkannya di sekolah. Ilustrasinya: lulusan Pendidikan Matematika dianggap kurang menguasai materi kematematikaannya, lulusan Pendidikan Sejarah dianggap kurang menguasai materi kesejarahannya, dan sebagainya. Sebagai jawaban atas kritik itu beberapa IKIP telah melakukan pembenahan ke "dalam", antara lain dengan memperbaiki kurikulum dan silabus, meningkatkan kemampuan dosen, menyediakan fasilitas belajar mengajar secara lebih memadai, dsb. Beberapa IKIP bahkan mulai menerima dosen baru lulusan lembaga pendidikan tinggi nonkependidikan. Itu semua dimaksudkan agar kualitas lulusan yang dihasilkan dapat ditingkatkan. Meski begitu usaha-usaha ini rasanya belum mencapai hasil maksimal.
Copyrights © 1992