Beberapa hari lalu masyarakat dunia, khususnya masyarakat Afrika, kehilangan salah seorang negarawan dan tokoh pendidikan yang sangat disegani dan dihormati. Dia adalah Julius Kambarage Nyerere, atau yang oleh masyarakat dunia dikenal dengan Nyerere. Namanya sangat populer tidak saja di negara-negara dunia ketiga pada khususnya, dan juga di negara-negara Afrika pada khususnya lagi, akan tetapi juga sangat populer di negara-negara maju pada umumnya. Di samping berhasil mengantar Tanzania untuk menjadi suatu negara Merdeka dari jajahan Inggris pada tahun 1961 sehingga oleh rakyatnya disebut Bapak Bangsa, Nyerere yang antiimperalisme itu juga aktif di berbagai organisasi internasional; diantaranya sebagai pendiri dan aktivis Organization for African Unity (OAU), "Forum Peduli Pendidikan Negara-Negara Selatan" atau South Commission, Persatuan dan Penghormatan Hak Azasi Manusia, dan sebagainya. Nyerere juga seorang tokoh pendidikan yang secara sistematis mengkomunikasikan konsep-konsepnya untuk memajukan bangsa yang tertinggal. Dalam bukunya yang berjudul "Education for Self-Relience" (1978) kentara sekali keinginan dari sang penulis untuk menyadarkan bangsanya agar dapat menyadari kekurangannya dalam banyak hal. Dan kekurangan itu hanyalah dapat diperbaiki melalui pendidikan sebab tanpa pendidikan maka masyarakat Tanzania pada khususnya dan bangsa Afrika pada umumnya akan makin tertinggal dari negara-negara lain yang lebih maju. Di samping disebut Bapak Bangsa, Nyerere juga disebut dengan Mwalimu yang berarti Sang Guru. Karena kredibilitasnya beliau pernah didaulat untuk memimpin Forum Peduli Pendidikan Negara-Negara Selatan.
Copyrights © 1999