ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1999: HARIAN SUARA PEMBARUAN

MEMBENAHI KEKURANGAN EBTANAS

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 May 2010

Abstract

Di tengah-tengah terpaan kritik yang tajam, pemerintah kita tetap memutuskan untuk melaksanakan  Evaluasi Belajar Tahap Akhir tingkat Nasional (Ebtanas);  setidak-tidaknya untuk tahun pelajaran yang sedang berjalan sekarang ini.  Bahkan,  tinggal beberapa hari saja ber-bagai satuan pendidikan kita dari SD, SLTP sampai SMU dan SMK segera menggelar "pesta akademik" yang telah dijalankan secara rutin selama belasan tahun terakhir ini.       Secara nasional Ebtanas SMU dan SMK akan dilaksanakan mulai tanggal 3 s/d 6 Mei 1999, sementara itu di SD dan SLTP dilaksanakan tanggal 10 s/d 12 Mei 1999.  Di luar itu pada tanggal  26 April 1999 sudah dimulai kegiatan Ebta Utama untuk berbagai bidang studi yang tidak diEbtanaskan.  Ebtanas untuk tahun ini diikuti oleh jutaan siswa sekolah. Secara nasional untuk satuan SD diikuti sekitar 4,2 juta sis-wa, SLTP 2,7 juta siswa, dan SMU/SMK sekitar 1,4 juta siswa.        Meskipun akhirnya pemerintah memutuskan  untuk masih melak-sanakan Ebtanas di sekolah  kiranya pemerintah pun mengakui adanya berbagai kekurangan  dalam pelaksanaan Ebtanas itu sendiri. Adapun salah satu kekurangan yang fundamental  adalah tingginya angka kelu-lusan  dikarenakan  belum digunakannya secara optimal  Nilai Ebtanas Murni (NEM) sebagai determinan kelulusan siswa.  Akibatnya banyak siswa yang pencapaian NEM-nya rendah tetapi lulus juga; dan banyak siswa yang NEM-nya tidak layak tetapi tidak perlu mengulang.       Di lapangan  banyak sekolah meluluskan siswanya  dengan angka 100 persen meskipun nilai Ebtanas para siswanya secara umum belum memadai. Mengapa demikian? Di samping pimpinan sekolah setempat sudah dibelenggu oleh sistem yang ada maka tinggi rendahnya angka kelulusan siswa akan berpengaruh kepada prestasi pimpinan sekolah, khususnya kepala sekolah.  Kepala sekolah dianggap tidak berprestasi kalau angka kelulusan yang dicapai rendah.

Copyrights © 1999