menurut Al-Farabi, politik berperan sebagai etika dan swakarsa yang terkait-erat dengan kebahagiaan dan kesejahteraan manusia. Al-Farabi memulai pemikiran politiknya tatkala menyinggung asal-usul dan kemunculan negara atau kota. Menurutnya, masyarakat mucul dari keberadaan persatuan di antara individu-individu yang saling membutuhkan satu sama lain. Tidak seorang pun dapat mencukupi kebutuhannya sendiri-sendiri, baik itu kebutuhan primer maupun sekunder. Pemikiran politik Al-Farabi banyak mendapat pengaruh dari para Filosof Barat, terutama Plato dan Aristoteles. Penggambaran negara utama yang diterapkan oleh Al-Farabi sama dengan konsep Plato. konsep negara utama yang digambarkan Al-Farabi merupakan konsep sebuah negara yang di dalamnya terdapat kebahagiaan yang didapatkan dari hasil kerjasama antar penduduknya. Negara utama tersebut haruslah dipimpin oleh seseorang yang sempurna yang baik secara akhlakmaupun kecerdasannya. Selain Al-Farabi, tentunya banyak filsuf-filsuf Islam lain yang juga turut menyumbangkan pemikiran politiknya, seperti Ibnu Abi’Rabi, Al-Mawardi dan masih banyak yang lainnya, yang masing-masing memiliki konsep yang berbeda-beda.
Copyrights © 2018