Ditinjau sebuah model analitik untuk membahas efek keberadaan medan magnet antar-planet pada daerah sekitar orbit bumi dimana medan magnet bumi ditinjau sebagai medan dengan konfigurasi dipol. Untuk memetakan medan dipol tanpa gangguan maupun dengan keberadaan medan magnet antar-planet telah diterapkan pendekatan menggunakan potensial Euler untuk merumuskan persamaan garis medan. Dalam makalah ini hanya ditinjau medan efek keberadaan komponen arah utara atau selatan medan magnet antar-planet terhadap medan dipol geomagnet. Keberadaan medan magnet antar-planet yang memiliki komponen arah utara meng-akibatkan terjadinya rekoneksi garis medan pada daerah kutub, sedangkan medan magnet antar-planet dengan komponen arah selatan mengakibatkan rekoneksi pada daerah siang dan malam di bidang ekuatorial. Peningkatan kekuatan medan magnet antar-planet secara umum mengakibatkan kompresi terhadap medan dipol geomagnet disertai oleh titik rekoneksi bergerak mendekati bumi. Hasil uji untuk kasus badai magnet yang terjadi pada bulan Juli, 2000 menunjukkan bahwa pada awal fase ekspansi badai magnet titik rekoneksi magnetik terjadi pada jarak 19.5RE. Selanjutnya selama fase ekspansi ketika kekuatan medan magnet mencapai nilai maksimum titik terdekat rekoneksi magnetik diukur dari pusat bumi pada jarak 8.05RE dan pada akhir badai magnet lokasi rekoneksi menjauhi dari bumi yaitu pada jarak 26.9RE.
Copyrights © 2018