Latar Belakang : Pada usia lanjut rentan terhadap penyakit sendi, lebih dari 100 jenis penyakit sendi yang dikenal,osteoartritis (OA) merupakan kelainan sendi yang paling sering ditemukan. Hilangnya mobilitas sendi pada osteoartritisakan memaksa sendi untuk bekerja pada keadaan yang secara biomekanis tidak menguntungkan yang nantinya akanmenyebabkan kelelahan dan meningkatkan stress mekanis. Salah satu metode yang paling banyak digunakan untukmeningkatkan pergerakan sendi adalah dengan latihan peregangan dan latihan gerak sendi baik secara aktif maupun pasif.Tujuan Penelitian : Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan luas gerak sendi padasendi lutut penderita osteoartritis primer sebelum dan setelah pemberian latihan gerak sendi aktif dan pasif di Rumah SakitUrip Sumoharjo Bandar Lampung Tahun 2015.Metode Penelitian : Jenis penelitian yang di gunakan metode kuasi eksperimental dengan pendekatan pre andpost test. Teknik pengumpulan sampel dalam peneltian ini adalah total sampling dengan sampel berjumlah 30. Penelitiandilakukan pada bulan Maret-Mei 2015. Analisis data menggunakan uji T-Paired dengan SPSS versi 22.Hasil Penelitian : Pada sampel yang berjumlah 30 luas gerak sendi pada sendi lutut penderita osteoartritis primersebelum pemberian latihan gerak sendi aktif dan pasif adalah 103,70o sedangkan setelah pemberian latihan gerak sendiaktif dan pasif adalah 114,23o. Uji statistik didapatkan terdapat perbedaan luas gerak sendi pada sendi lutut penderitaosteoartritis primer sebelum dan setelah pemberian latihan gerak sendi aktif dan pasif.Simpulan : Terdapat perbedaan bermakna antara luas gerak sendi pada sendi lutut penderita osteoartritis primersebelum dan setelah pemberian latihan gerak sendi aktif dan pasif di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung Tahun2015.
Copyrights © 2016