Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas VIII SMP N 43 Padang khususnya pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah siswa. Hal ini disebabkan pembelajaran matematika yang terjadi cenderung menekankan keterampilan mengerjakan soal-soal, sedangkan penanaman konsepnya hanya diberikan dalam waktu yang sangat singkat sehingga seringkali siswa melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal. Tingkat keberhasilan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah siswa masih rendah. Hal ini disebabkan guru umumnya memberikan soal latihan yang mirip dengan contoh soal, yaitu soal-soal yang bisa diselesaikan dengan satu langkah saja dan soal-soal rutin. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif berupa Quasi Experiment. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP N 43 Padang dan sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII.1 sebagai kelompok ekperimen yang memperoleh perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD melalui teknik hand on mathematics dan VIII.2 sebagai kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes akhir untuk melihat pemahaman konsep dan pemecahan masalah matematis. Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) Pemahaman konsep matematis yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD melalui teknik hand on mathematics berbantuan LKS lebih baik daripada yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMP N 43 Padang, 2) Kemampuan pemecahan masalah matematis yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD melalui teknik hand on mathematics berbantuan LKS lebih baik daripada yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMP N 43 Padang.
Copyrights © 2019