PT. Barata Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pengecoran (foundry) dan memerlukan peralatan atau mesin-mesin yang harus selalu dalam keadaan prima. Salah satu peralatan dalam sistem tersebut ialah belt conveyor system yang berfungsi sebagai alat angkut pasir cetakan. Belt conveyor ini merupakan peralatan moving-part yang sering mengalami kerusakan, sehingga peneliti merasa perlu untuk menghitung keandalan belt conveyor tersebut agar produksi PT. Barata Indonesia tidak terganggu. Â Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menentukan tindakan perawatan pada mesin adalah metode Reliability Centered Maintenance (RCM). Berdasar data penelitian, komponen kritis pada mesin belt conveyor system yaitu: bearing head pulley, belt (sabuk) dan bearing roller idler. Penelitian ini menghitung nilai parameter Reliability, Maintainbility, dan Availability.Kesimpulan penelitian antara lain: 1) laju kerusakan bearing head pulley adalah 0,0130 kerusakan/jam, waktu rata-rata kerusakan adalah 76,92 jam, keandalan 90,1 %. 2) Laju kerusakan belt (sabuk) adalah 0,0096 kerusakan/jam, waktu rata-rata kerusakan adalah 104,14 jam, keandalan 92,6 %. 3) Laju kerusakan bearing roller idler adalah 0,0068 kerusakan/jam, waktu rata-rata kerusakan adalah 147,05 jam, keandalan 94,7%. Hasil penelitian menunjukan bahwa mesin belt conveyor system PT. Barata Indonesia memiliki keandalan yang rendah, sehingga pelaksanaan perawatan harus dilakukan sebelum waktu antar kerusakan (MTBF).Kata kunci: keandalan, belt, conveyor, system
Copyrights © 2014