P.T Wilmar Nabati Indonesia Gresik memiliki plant yang memproduksi NPK fertilizer. Sistem produksi tersebut memiliki banyak equipment yang harus beroperasi secara baik sehingga dapat menjamin keberlangsungan produksi NPK. Salah satu equipment yang dipakai Dalam system produksi tersebut adalah Chain Mill Crusher. Chain Mill Crusher PT. Wilmar Nabati Indonesia sering mengalami pergantian secara tidak terjadwalkan. Hal ini membuat peneliti merasa perlu untuk mengangkat masalah ini dengan tujuan untuk mengetahui penyebab sering digantinya Chain Mill Crusher tersebut.Penelitian ini melakukan beberapa pengujian secara bertahap agar faktor penyebab kerusakan Chain Mill Crusher dapat diketahui. Pengujian tersebut antara lain pengujian komposisi material, hardness dan struktur mikro.Dari hasil analisa komposisi material, hardness, dan struktur mikro dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:. 1) Hardness Chain Mill Crusher A sebesar 43,59 HRC dan ditandai dengan hasil analisa unsur Carbon (C) yaitu 0,271% lebih besar disbanding dengan Hardness Chain Mill Crusher B sebesar 27,59 HRC dan ditandai dengan hasil analisa unsur Carbon (C) yaitu 0,207%. 2) struktur milkro terlihat fasa perlit Chain Mill Crusher A lebih banyak daripada Chain Mill Crusher BKata kunci: Chain Mill Crusher , komposisi material, hardness, struktur mikro
Copyrights © 2014