Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol 2, No 2 (2019)

Desain Konten Pendidikan Warisan Budaya 4.0 bagi Warga "Aisyiyah Kota Surakarta pada Webpage Lembaga Kebudayaan Pimpinan Daerah "Aisyiyah Kota Surakarta

Mimi Savitri (Department of Archaeology, Universitas Gadjah Mada)
Andi Putranto (Department of Archaeology, Universitas Gadjah Mada)



Article Info

Publish Date
29 Oct 2019

Abstract

Cultural Institution of Regional Leaderships of ‘Aisyiyah in Surakarta has not been able to carry out its programs including cultural heritage education. The webpage of the Cultural Institution in the website of the Regional Leadership of ‘Aisyiyah in Surakarta should be used as an effective medium for cultural heritage education in the 4.0 era. Based on the problem above, this community service aims to provide cultural heritage education to members of ‘Aisyiyah by using internet. The questions raised in this community service:1."Which part of the history of Surakarta which is important used as cultural heritage education material in 4.0 era for 'Aisyiyah members in Surakarta?" And "How were the efforts made to determine the design and content of the webpage which was easy to understand by ‘Aisyiyah members?" The method used is to interview ‘Aisyiyah members to determine the right place of Surakarta for the webpage. Then some discussions were also carried out by the community service team to produce attractive and effective content designs which was in accordance with the needs of ‘Aisyiyah members in Surakarta. The results of the interviews and discussions demonstrate that the Surakarta Palace and the Surakarta Grand Mosque as the focus of the webpage of the Cultural Institution. Furthermore, the selected building’s elements are displayed in attractive photographs with popular scientific language so that the content displayed is easy to understand.--------------------------------------------------------------Lembaga Kebudayaan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Surakarta merupakan bagian dari organisasi perempuan ‘Aisyiyah yang dibentuk untuk menyelesaikan persoalan budaya masyarakat Kota Surakarta. Pada kenyataannya, Lembaga Kebudayaan ini belum dapat menjalankan programnya secara maksimal, terutama dalam hal memberikan pendidikan warisan budaya kepada warganya. Padahal, pendidikan warisan budaya penting diberikan untuk mempertegas identitas warga ‘Aisyiyah beserta generasi pada masa mendatang. Webpage Lembaga Kebudayaan yang ada pada website Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Surakarta sebagai media efektif untuk pendidikan warisan budaya pada era digital 4.0 ini belum digunakan sama sekali oleh lembaga tersebut. Pengabdian yang dilakukan ini berusaha untuk menentukan bagian mana dari Kota Surakarta yang penting untuk dijadikan konten webpage Lembaga Kebudayaan serta menciptakan desain yang menarik dan efektif untuk pendidikan warisan budaya bagi warga ‘Aisyiyah pada era digital ini agar mereka paham dan sadar terhadap tinggalan budaya kota mereka. Pengabdian ini bertujuan mengaktifkan webpage Lembaga Kebudayaan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah kota Surakarta. Webpage pada website merupakan media yang efektif dan penting untuk pembelajaran, khususnya tentang kebudayaan. Wawancara terhadap warga ‘Aisyiyah serta diskusi-diskusi dilakukan oleh tim pengabdian untuk menghasilkan desain konten yang menarik dan efektif bagi warga ‘Aisyiyah Kota Surakarta. Wilayah Keraton Surakarta, khususnya Keraton Kasunanan Surakarta serta Masjid Agung Surakarta, merupakan fokus dari konten webpage pada website Lembaga Kebudayaan yang di-link-kan dengan website Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Surakarta. Elemen-elemen bangunan terpilih ditampilkan dalam bentuk foto yang menarik dengan bahasa ilmiah populer agar konten yang ditampilkan mudah dipahami. 

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

bakti

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Bakti Budaya mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tulisan yang dimuat berupa temuan penelitian atau re?eksi pengajaran yang terhilirkan untuk pemanfaatan secara lebih luas oleh masyarakat. Hilirisasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak terbatas pada konsep, ...