Sodium hipoklorit menjadi pilihan utama bahan irigasi perawatan endodontik karena kemampuan melarutkan jaringan dan antimikrob. Pemilihan konsentrasi sodium hipoklorit masih menjadi perdebatan, berkisar 0 ,5-5,25% bahkan akhir-akhir ini 10%. Konsentrasi yang tepat seharusnya didasarkan pada keseimbangan antara kemampuan antimikrob, pelarutan jaringan, toksisitas, dan kerusakan dentin yang minimal. Akhir -akhir ini pemanasan larutan hingga 50 0 C menjadi populer. Pemanasan awal diharapkan meningkatkan daya larut jaringan dan antimikrob sodium hipoklorit. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui manfaat peningkatan temperatur terhadap efektifitas pelarutan jaringan dan antimikrob sodium hipoklorit.
Copyrights © 2018