Jurnal Borneo Akuatika
Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Borneo Akuatika

PENGGUNAAN MINYAK SEREH SEBAGAI ANESTESI DALAM TRANSPORTASI BENIH IKAN TENGADAK (Barbonymus Schwanenfeldii) DENGAN SISTEM TERTUTUP

Fera Mariana Siregar (Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan)
Hendry Yanto (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan)
Eko Prasetio (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan)



Article Info

Publish Date
24 May 2019

Abstract

Ikan tengadak merupakan ikan komoditas lokal Kalimantan, dan pada transportasi benih sering terjadi mortalitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi minyak sereh yang optimal terhadap kelangsungan hidup benih ikan tengadak selama proses transportasi. Penelitian ini menggunakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu A = 0 (control), B = 1 ml/L, C = 2 ml/L, D = 3 ml/L, danĀ  E = 4 ml/L. Hasil penelitian menunjukan bahwa respon dan tingkah laku ikan tengadak setelah menggunakan pembiusan minyak sereh menunjukkan gejala ikan mulai bergerak panik, gerakan operculum agak cepat, aktifitas mulai lambat, dan ikan mulai lemah dan pingsan saat minyak sereh bereaksi. Pemberian minyak sereh berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap waktu induksi, masa sedatif dan kelangsunganĀ  hidup ikan tengadak selama transportasi. Konsentrasi minyak sereh yang paling efektif untuk pengangkutan benih ikan tengadak dengan ukuran 3 -5 cm adalah dosis 2 ml/L dengan kelangsungan hidup 86,67%.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

JBA

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Economics, Econometrics & Finance Environmental Science Social Sciences

Description

Jurnal penelitian bidang kajian perikanan dan ilmu kelautan yang meliputi manajemen sumberdaya perairan, akuakultur, pengakapan ikan, teknologi hasil perikanan, sosial ekonomi dan ilmu ...