Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah: (1) prestasi belajar matematika siswa yang dikenakan model pembelajaran Penemuan Terbimbing lebih baik daripada Ekspositori, (2) prestasi belajar siswa dengan gaya belajar kinestetik lebih baik daripada siswa dengan gaya belajar visual dan auditori, (3) ada interaksi antara model pembelajaran dengan gaya belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental research. Uji hipotesis dilakukan dengan uji analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama dengan . Dari hasil perhitungan menunjukan bahwa: (1) prestasi belajar matematika siswa yang dikenakan model pembelajaran Penemuan Terbimbing lebih baik daripada Ekspositori, (2) prestasi belajar siswa dengan gaya belajar kinestetik lebih baik daripada siswa dengan gaya belajar visual, namun keduanya tidak lebih baik dari siswa dengan gaya belajar auditori, (3) ada interaksi antara model pembelajaran dengan gaya belajar siswa. Kata kunci: penemuan terbimbing, gaya belajar, interaksi
Copyrights © 2014