Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan selama dua siklus. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan yaitu tes hasil belajar berupa soal uraian tertulis dan lembar observasi aktivitas belajar. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan rumus rerata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan persentase pada setiap aspek pemecahan masalah dari hasil tes siklus I ke siklus II, yaitu kemampuan memahami masalah meningkat dari 73,66% menjadi 80,09%, kemampuan merencanakan pemecahan masalah meningkat dari 69,11% menjadi 76,09%, kemampuan menyelesaikan masalah meningkat dari 75,16% menjadi 81,90%, dan kemampuan menyimpulkan hasil akhir meningkat dari 27,17% menjadi 45,65%. Persentase kemampuan pemecahan masalah klasikal sebesar 61,27% meningkat menjadi 70,93%. Rerata nilai pada pra siklus sebesar 63,48 meningkat menjadi 69,91 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 77,26 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar klasikal pada pra siklus sebesar 43,48% meningkat menjadi 65,22% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 82,61% pada siklus II. Sedangkan persentase aktivitas belajar klasikal pada siklus I sebesar 68,05% meningkat menjadi 77% pada siklus II. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model penemuan terbimbing berbantu LKS dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII B SMP Muhammadiyah 1 Kebumen tahun pelajaran 2013/2014 pada materi bangun datar segiempat. Kata kunci: penemuan terbimbing, LKS, pemecahan masalah
Copyrights © 2014