EDU CIVIC
Vol 6, No 01 (2018): JURNAL: EDU-CIVIC

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERANAN LEMBAGA ADAT DALAM MENYELESAIKAN PELANGGARAN ADAT DI DESA WATUMAETAKECAMATAN LORE UTARA KABUPATEN POSO

Goli, Desi Asria (Unknown)



Article Info

Publish Date
17 Nov 2018

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat mengenai peranan Lembaga Adat dalam menyelesaikan pelanggaran adat di Desa Watumaeta Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso, untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pelanggaran adat di Desa Watumaeta Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso serta untuk mendeskripsikan proses penyelesaian pelanggaran adat yang terjadi di Desa Watumaeta Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Watumaeta, dengan menetapkan sebanyak 9 orang informan. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa Peranan Lembaga Adat yang ada di Desa Watumaeta sudah berjalan dengan cukup baik mereka telah melaksanakan fungsinya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat sesuai dengan persepsi masyarakat. Proses Pelaksanaan dan eksistensi Lembaga Adat ini adalah dalam menetapkan sanksi adat sebagai alat untuk menyadarkan individu bahwa ada hal-hal yang dapat dilaksanakan dan ada pula yang tidak dapat dilaksanakan. Lembaga Adat Desa Watumaeta dalam peranannya menyelesaiakan setiap Pelanggaran Adat yang terjadi pada masyarakat Desa Watumaeta  menetapkan hukum dan sanksi adat yang dikenakan kepada pelanggar. Proses penyelesaian setiap Pelanggaran Adat sesuai Rancangan Ketetapan Musyawarah Adat Tampo Pekurehua-Tawaelia melalui Musyawarah Adat (mololita kana i ada) dan dilaksanakan di Baruga. Sanksi Adat atau teguran Adat sesuai dengan Rancangan Ketetapan Musyawarah Adat Tampo Pekurehua-Tawaelia adalah untuk memberikan peringatan dan kesadaran kepada yang berselisih, menyelesaikan setiap perkara ataupun permasalahan secara damai atas akibat perbuatan yang melanggar Norma-norma Adat Istiadat di Desa Watumaeta seperti Pebualosi (Perzinahan), Salah Taiye (Pemukulan), dan Mombekanawi (Percabulan). Kata Kunci: Persepsi Masyarakat; Peranan Lembaga Adat; Pelanggaran Adat.

Copyrights © 2018