Geguritan Yadnya Ring Kuruksetra (GYRK) karya Dokter Ida Bagus Rai merupakan karya abad ke-20. Tulisan ini menerapkan teori naratif Tzvetan Todorov yang menekankan pragmatika khususnya isotopi. Gagasan sebuah cerita tersebar dalam teks dan muncul secara berulang-ulang. Pengulangan dimaksudkan untuk menekankan gagasan yang terdapat di dalam karya. Sebab makna karya sastra dapat diperkuat dengan menelisik redundansi kata yang kerap muncul dalam karya. Studi ini menggambarkan isotopi penyadaran dan isotopi perasaan. Penyadaran dalam GYRK diungkapkan melalui kritikan oleh tokoh tikus, sedangkan isotopi perasaan termanifestasikan dalam rasa sedih, senang, bahagia, dll. Dengan melihat tingkat kehadiran kata dalam isotopi makna GYRK adalah penyadaran perasaan dalam pelaksanaan upacara keagamaan.AbstractGeguritan Yadnya Ring Kuruksetra (GYRK) by Doctor Ida Bagus Rai is literary work of 20th century. This research applies the narrative theory of Tzetevan Todorov which focuses on pragmatic especially isotopy. The concept of story is propagated in the text and appears repeatedly. The repetition is tended to concern the concepts found in the text. The meaning of literary work can be certainned by analyzing redundancy of words which appears frequently in the text. Awareness in GYRK is expressed through critics that delivered by mouse. While isotopy of feelingis manifested by the feelings of sad, happy, comfortable, etc. Investigating the level of words appearing in the isotopy of GYRK meaning is awareness feeling in implementation of ritual ceremony.
Copyrights © 2017