Kerajinan batik sudah menjadi salah satu industri kreatif di Indonesia. Batik bila ditekuni secara professional akan dapat menjadi salah satu “Soko Guru” bagi perekonomian. Dikota Malang, animo masyarakat memakai batik sudah mulai meningkat. Sementara itu batik malangan sendiri belum popular karena keberadaannya yang masih baru. Desain etnik yang dibuat berdasarkan sejarah dan potensi daerah memang belum seberapa banyak bila dibandingkan dengan batik Jogja dan Solo sehingga dibutuhkan bantuan untuk mengeksplorasi potensi khas kota Malang tersebut dalam desain batik yang lebih bervariasi (ethno modern). Kelompok Usaha Bersama (KUB) batik yaitu KUB batik Blimbing (batik Reni) dan batik Tlogomas yang berada di kota Malang adalah salah satu contoh kelompok ibu-ibu PKK yang secara bersama-sama mendirikan usaha kerajinan Batik Malangan untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Namun Pembuatan batik mereka masih sederhana sehingga belum dapat menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Dengan melalui pendampingan tentang proses produk dan desain batik karakter, perhitungan harga produksi diharapkan dapat meningkatkan produksi dan pemasaran batik dan dapat mendongkrak omzet penjualan batik malangan. Disamping itu pendampingan dalam kegiatan pemasaran juga dilakukan utamanya untuk mencapai segmen pasar institusi (organisasi) yang merupakan peluang bagi KUB Tlogomas dan KUB Blimbing (batik Reni). DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v2i2.1816
Copyrights © 2018