Pembuangan limbah industri, rumah tangga dan kegiatan masyarakat lainnya sangat berpotensi menyebabkan pencemaran air. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan kandungan cemaran logam berat Pb dan Cd yang terakumulasi dalam udang Putih (Litopenaeus vannamei) yang diperoleh dari muara sungai Banjir Kanal Barat dan perairan pantai Kota Semarang. Penelitian bersifat non eksperimental, analisis data secara deskriptif analitik. Sampel diambil secara acak sederhana, kadar Pb dan Cd diukur dengan spektrofotometer serapan atom. Data diolah dengan uji statistik non parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa udang Putih yang diperoleh dari kedua lokasi mengandung logam Pb dan Cd. Kadar logam Pb pada udang Putih dari muara sungai 0,1033 ± 0,0137 mg/kg dan dari perairan pantai 0,093 ± 0,052 mg/kg. Kadar Cd pada udang Putih kedua lokasi sama yaitu 0,010 mg/kg. Kadar Pb pada air di kedua lokasi 0,008 mg/l. Kadar Pb pada sedimen muara sungai 7,160 ± 4,487, perairan pantai 1,682 ± 0,233 mg/kg. Kadar Cd pada sedimen muara sungai 0,637 ± 0,570 dan sedimen perairan pantai 0,506 ± 0,185 mg/kg, Kandungan Pb dan Cd dalam udang Putih pada kedua lokasi tidak berbeda secara bermakna dan tidak melebihi ambang batas cemaran logam berdasarkan keputusan Dirjen POM No.03725/B/SK/VII/1989. Nilai BAF logam berat terlarut dalam air lebih tinggi dibandingkan dengan logam berat dalam sedimen. Kata kunci : Logam berat, Timbal, Kadmium, Spektrofotometri Serapan Atom, Udang Putih (litopenaeus vannamei)
Copyrights © 2010